Jumat, 20 Juni 2014

THE FIGHTER

The Fighter, lagu dari Gym Class Heroes bersama Ryan Tedder yang menceritakan tentang seseorang yang pantang menyerah untuk meraih kemenanagn

lirik yang paling saya suka adalah:

 Give em hell, turn their heads
Gonna live life 'til we're dead.Give me scars, give me painThen they'll say to me, say to me, say to meThere goes the fighter, there goes the fighterHere comes the fighterThat's what they'll say to me, say to me, say to me,This one's a fighter
langsung saja kita lihat videonya berikut ini:

ANUGERAH TERINDAH


Disaat bulir embun menari
Berdansa pada ayunan dedaunan melati
Sang bagaskara enggan membisikkan terik
Ingin menyaksikan keindahan tarian


Desir sepi sentuh sang bayu
Mendekap gigil ragaku
Yang terperangkap keheningan
Dalam serpihan cahaya


Semilir angin berhembus
Menciptakan tarian ranting-ranting
Dalam untai dzikir doa permohonan
Kulabuhkan tasbih cinta
Pada alam semesta


Coba kau lihat lebih dalam
Semua menari dan bernyanyi bergembira
Dalam harmoni mengurai makna tentang cinta


Rinduku tak dapat kulintasi meski sejengkal
Aku terpasung dalam belenggu
Tahukan kau
Cinta itu jemari kasih yang menghujam bagai akar
Dalam sanubari kehidupan
Dan keteduhan hati
Terpancar dari sorot teduh matamu
Kau berikan rindang dari terik perjalananku


Kelembutan sinar bagaskara
Menyejukkan netra larungkan hati agar membias damai
Hembuskan nafas perlahan
Biarkan ia sejenak merangkai kedamaian
Merasakan semilirnya dan sejuknya embun hingga bahagia kembali bersemi
Bersama sapamu di tiap jengkal hari

Minggu, 18 Mei 2014

SEBUAH ISYARAT

Suatu malam di sebuah rumah,seorang anak usia tiga tahun sedang menyimak sebuah suara. "Ting…ting…ting! Ting…ting…ting!" Pikiran dan matanya menerawang ke isi rumah. Tapi, tak satu pun yang pas jadi jawaban.

"Itu suara pedagang bakso keliling, Nak!" suara sang ibu menangkap kebingungan anaknya. "Kenapa ia melakukan itu, Bu?" tanya sang anak polos. Sambil senyum, ibu itu menghampiri. "Itulah isyarat. Tukang bakso cuma ingin bilang, ‘Aku ada di sekitar sini!" jawab si ibu lembut.

Beberapa jam setelah itu, anak kecil tadi lagi-lagi menyimak suara asing. Kali ini berbunyi beda. Persis seperti klakson kendaraan. "Teeet…teeet….teeet!"

Ia melongok lewat jendela. Sebuah gerobak dengan lampu petromak tampak didorong seseorang melewati jalan depan rumahnya. Lagi-lagi, anak kecil itu bingung.
Apa maksud suara itu, padahal tak sesuatu pun yang menghalangi jalan. Kenapa mesti membunyikan klakson. Sember lagi!

"Anakku. Itu tukang sate ayam. Suara klakson itu isyarat. Ia pun cuma ingin mengatakan, ‘Aku ada di dekatmu! Hampirilah!" ungkap sang ibu lagi-lagi menangkap kebingungan anaknya. "Kok ibu tahu?" kilah si anak lebih serius.
Tangan sang ibu membelai lembut rambut anaknya.

"Nak, bukan cuma ibu yang tahu. Semua orang dewasa pun paham itu. Simak dan pahamilah. Kelak, kamu akan tahu isyarat-isyarat itu!" ucap si ibu penuh perhatian. **

Di antara kedewasaan melakoni hidup adalah kemampuan menangkap dan memahami isyarat, tanda, simbol, dan sejenisnya. Mungkin, itulah bahasa tingkat tinggi yang dianugerahi Allah buat makhluk yang bernama manusia.

Begitu efesien, begitu efektif. Tak perlu berteriak, tak perlu menerabas batas-batas etika; orang bisa paham maksud si pembicara. Cukup dengan berdehem ‘ehm’ misalnya, orang pun paham kalau di ruang yang tampak kosong itu masih ada yang tinggal.

Di pentas dunia ini, alam kerap menampakkan seribu satu isyarat. Gelombang laut yang tiba-tiba naik ke daratan, tanah yang bergetar kuat, cuaca yang tak lagi mau teratur, angin yang tiba-tiba mampu menerbangkan rumah, dan virus mematikan yang entah darimana sekonyong-konyong hinggap di kehidupan manusia.

Itulah bahasa tingkat tinggi yang cuma bisa dimengerti oleh mereka yang dewasa.
Itulah isyarat Tuhan: "Aku selalu di dekatmu, kemana pun kau menjauh!"

Sabtu, 03 Mei 2014

Green Technology Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

Perubahan iklim yang sangat ekstrim akhir akhir menandakan bahwa alam sudah tidak terlalu bersahabat dengan manusia? Apa yang salah ? Kenapa alam marah kepada manusia ? Kenapa alam tidak bersahabat lagi kepada manusia ? Mari intropeksi diri. Terkadang kita suka tidak sadar menyakiti alam dengan merusak lingkungan. Terkesan manusia tidak membutuhkan alam padahal tanpa alam manusia tidak akan bertahan sampai jaman ini. Ribuan tahun manusia hidup bergantung pada alam, ingat pelajaran sejarah yang menerangkan bahwa nenek moyang manusia awalnya hidup dengan cara nomaden yaitu hidup dari satu tempat ke tempat lainnya. Mencari alam yang masih menyimpan sumber kehidupan bagi kaum manusia pada saat itu. Sungguh sudah berapa juta bahkan milyaran kebaikan yang diberikan alam kepada manusia. Tapi mengapa masih banyak manusia yang tidak pernah sadar akan kebaikan tersebut. Tidak berterimakasih malah bertingkah sebaliknya merusak alam untuk kepentingannya hidupnya sendiri.

Satu langkah kecil yang berarti besar bila semua manusia melakukan hal yang sama dan kompak untuk menjaga alam. Cara termudahnya adalah dengan mengubah pola hidup. Pola hidup dengan memanfaatkan Green Teknologi. Tidak mudah memang menerapkan Green Teknologi untuk negara berkembang seperti Indonesia. Namun, tidak mudah bukan berarti tidak ada. Masih ada banyak jalan menuju Roma, masih ada banyak alternative Green Teknologi yang dapat diaplikasikan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menerapkan Teknologi Digital pada kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Infrastruktur Indonesia sudah cukup mendukung untuk Teknologi Digital walaupun belum optimal namun dari segi opportunity di kehidupan bermasyrakat Indonesia yang sangat open mind (terbuka) pada kemunculan teknologi baru akan sangat membantu dalam penerapan Green Teknologi ini.



Keuntungan penggunaan teknologi digital di Indonesia

Dengan menghadirkan Teknlogi Digital di masyarkat sebagai teknlogi yang ramah lingkungan alias Green Teknologi, akan ada banyak advantages atau keuntungan yang dapat dihasilkan yaitu :
  1. Yang pertama tentu saja Go Green, penerapan Teknologi Digital di Indonesia akan menciptakan lingkungan yang bersih dan ramah terhadap penghuninya. Hal itu dikarenakan Teknologi Digital bisa dikatakan sama sekali alias 100% tidak menghasilkan polusi. Teknologi Digital tidak menghasilkan debu atau asap sehingga sangat bersih dan ramah lingkungan.
  2. Low cost, dalam hal ini saya mengamsumsikan untuk penerapan kegiatan belajar mengajar (sekolah). Bila biasanya siswa sekolah diharuskan untuk membeli sebuah buku dengan harga Rp.50.000 maka dengan penerapan Teknlogi Digital di sekolah, biaya sebesar itu dapat dipangkas hingga hampir 100%. Dengan Teknologi Digital, siswa tidak perlu lagi membeli buku untuk kegiatan belajar mengajar. Siswa akan diprovide dengan buku dalam bentuk file e-book yang estimasi harganya hanya berkisar Rp.5.000 untuk kapasitas 5MB. Diluar itu, ada efek Go Green juga dalam penerapan teknologi ini. Dengan tidak menggunakan buku kertas maka penggunaan kertas secara otomatis akan berkurang dan itu berarti jumlah pohon yang digunkan untuk diproduksi sebagai bubur kertas (pulp) juga akan berkurang.
  3. Worldwide atau menjangkau seluruh dunia. Sistem Teknlogi Digital yang memanfaatkan internet sebagai medianya membuat setiap individu yang mengaksesnya terhubung dengan informasi diseluruh dunia, sehingga membuat seluruh masyrakat akan lebih berwawasan dan menambah informasi baru dari belahan dunia manapun.

Penerapan Teknologi Digital di Indonesia

Bidang apa saja yang dapat memanfaatkan teknologi digital ? Pertanyaa ini sering timbul di pikiran kita . Hampir semua bidang dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung Green Teknologi, diantaranya adalah :
  1. Pendidikan, penerapan teknologi digital untuk bidang pendidikan diantaranya adalah dalam penerapan system E-Learning. Dengan system ini siswa dan guru dapat tetap melakukan kegiatan belajar mengajar walaupun terpisah jarak yang jauh. Seperti yang kita ketahui wilayah Indonesia yang berupa kepulauan masih menyulitkan akses belajar bagi siswa yang tinggal dipedalaman. Sehingga dengan penerapan system e-learning ini dikemudian hari siswa yang tinggal dipedalaman masih akan tetap bisa mendapatkan haknya untuk belajar.
  2. Pemerintahan, saat ini pemerintah Indonesia sudah mulai menerapkan system Teknlogi Digital untuk birokrasinya dan semoga system yang digalakan pemerintah saat ini dapat terus berjalan dan berkembang kearah yang lebih baik. Beberapa system pemerintah yang telah mengadopsi Teknlogi Digital diantaranya adalah E-KTP atai Elektronik KTP. Dengen penerapan Elektronik KTP ini pemerintah akan dapat dengan mudah mangakses informasi secara terperinci dari setiap individu warga masyarkat Indonesia (WNI). Bukan hanya WNI yang berada di wilayah Indonesia saja, melainkan juga WNI yang berada di luar negeri.
  3. Perekonomian, saat ini pun penerapan teknologi digital pada bidang perekonomian sudah mulai bergeliat. Salah satu contoh yang nyata adalah menjamurnya e-commerce atau online store di Indonesia. Dengan tumbuh suburnya praktik perdagangan secara online tersebut tentu saja membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Perputaran uang menjadi lebih lancar dan juga membawa banyak peluang baru untuk masyarakat Indonesia untuk mengubah hidupnya menjadi lebih sejahtera.

Penerapan Green Teknologi untuk menciptakan bumi dengan alam yang lebih bersahabat pada manusia dalam bentuk Teknologi Digital memang bayak memberikan keuntungan, bukan hanya keuntungan untuk manusia namun juga keuntungan bagi mahkluk selain manusia yaitu hewan, pohon dan apapun yang hidup dibumi. Selain itu, wilayah Indonesia yang berupa kepulauan dengan lebih dari 13.000 pulau dan luas yang membentang kurang lebih 600 KM membuat system teknologi digital sangat cocok dan perlu untuk diterapkan disini. Namun yang perlu dicatat dalam hal ini adalah perlunya dukungan pemerintah untuk turut serta dalam mengembangkan akses data untuk jaringan internet ke seluruh wilayah Indonesia tak terkecuali kependalaman agar keuntungan dan pemanfaatan teknologi digital dapat dirasakan oleh semua masyrakat Indonesia dan alam pun akan terus bersahabat kepada manusia.

Sabtu, 26 April 2014

Jose Feliciano: che sara – what will be – terjadilah apa yang harus terjadi

Jose Feliciano adalah penyanyi Amerika Serikat yang lahir di Puerto Rico. Dia memiliki jejak karir dan diskografi yang panjang dan cemerlang. Sejak berusia 3 tahun Jose telah menyanyi. Pada tahun 1963, ketika dia berumur 18, dia dikontrak oleh perusahaan rekaman RCA Victor. Sejak itu ratusan lagu, baik yang berbahasa Inggris maupun spanish-Latin, telah direkam Jose Feliciano. Puluhan di antaranya “meledak” di tangga-tangga lagu dunia. Di tahun 1968 Jose Feliciano membuat album dan salah satu lagunya “Light My Fire” meledak hebat dan menduduki posisi 3 di US music chart. Pada tahun itu juga Jose menyanyikan lagu “the Star-Spangled Banner” – American National Anthem – menurut versinya. Ketika versinya tersebut diedarkan tak disangka single ini berhasil menduduki posisi di 100 top hits billboard selama lebih dari 10 minggu. Pada tahun 1970- Jose merekam lagu natal Feliz Navidad – dan lagi-lagi Jose menciptakan sensasi. Lagu ini dicatat sebagai salah satu di antara 100 lagu Natal terbaik sepanjang sejarah. Tepatnya berada di posisi ke – 25.

Pada tahun 1971 Jose terbang ke Italia dan ikut ambil bagian dalam festival musik San Remo. Jose menjadi pemenang nomor dua sematamata karena he is not the Italiano. Ketika itu, hanya ada 1 penyanyi yang diberi standing ovation oleh para penonton. Dialah Jose Feliciano. Dan lagu yang dinyanyikan di festival itu adalah “Che Sara”. Lagu ini kemudian direkam dan Jose mendatangkan kepopuleran yang luar biasa di Eropa dan Asia. Jose mencapai puncak ketenarannya. Salah satu penanda adalah Jose berhasil memenangkan 6 Grammy Awards dan puluhan penghargaan lainnya.


Di mana letak kehebatan Jose Feliciano? Pertama adalah suaranya memang berciri khas. Hal ini semakin menarik karena teknik bernyanyinya yang penuh dengan nada ketukan yang tidak penuh (singkup). Titi nadanya bisa berloncatan begitu indah, tanpa keseleo, di antara nada-nada rendah dan tinggi. Cara Jose bernyanyi ditiru oleh banyak penyaynyi. Rasanya cara bernanyi Ebiet G ADE ada dalam pola Jose Feliciano. Hal lain adalah, Jose bernanyi dengan hati. Tidak dibikin-bikin. Kebanyakn lagu yang diciptakan dan dinanyikan Jose adalah jeritan hatinya sendiri yang meskipun susah, sedih tetapi selalu optimis. Mengapa Jose susah? Jose Feliciano buta sejak kecil. So, terjadilah yang harus terjadi. Tuhan Maka Kuasa. dan Maha Adil. Di balik kelemahan seseorang, dibuatnya penuh kelebihan. That’s we call CHE SARA. What ever Will Be Will be ……. as God sure to Love….

lihat video nya dan nikmatilah suara indah Jose Feliciano

versi  konser di Italia 1971


 
versi rekaman

Senin, 17 Maret 2014

DUNIA YANG LEBIH BAIK

Ada sebuah tempat di hati kita semua, tempat itu adalah tempat yang penuh dengan cinta, bisa jadi tempat itu akan lebih terang dari hari esok.

Di tempat tersebut kita tidak bisa menangis sedih dan kita tidak akan merasa duka sama sekali, hanya perasaan dan tangisan bahagia yang kita rasakan.



Di tempat itu kita akan merasakan bahwa kita semua adalah saudara.

Sebenarnya ada banyak cara untuk menuju ke sana, salah satunya yaitu kita harus perduli dan cinta pada kehidupan, dengan memberikan ruang kecil di hati kita semua untuk menjadikan dunia ini menjadi tempat yang lebih baik.

Sembuhkanah dunia, jadikan dunia ini menjadi tempat yang lebih baik untukmu untukku dan untuk seluruh umat manusia.
Impian yang kita angan-angankan akan terwujud,
Dunia yang kita tinggali ini akan bersinar kembali dengan eloknya.

Terbanglah setinggi mungkin, jangan biarkan jiwa ini mati.
Di hatiku aku merasakan bahwa kita semua adalah saudara, kita semua bisa membuat dunia ini menjadi dunia yang lebih baik tanpa rasa takut, dan di tempat ini kita kan bahagia.


 😏 JADIKANLAH DUNIA INI MENJADI DUNIA YANG LEBIH BAIK UNTUK KITA, DAN ANAK CUCU KITA 😖

Selasa, 11 Maret 2014

Setetes Air untuk Kehidupan









Keterkaitan antara air dalam kehidupan yang ada di bumi ini bagaikan sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, keduanya menjadi satu kesatuan yang wajib dan harus terpenuhi. Tubuh manusia yang sebagian besar terdiri dari air tentu merupakan masalah yang pelik dan serius dalam permasalahannya. Hidup di Negara yang beriklim tropis seharusnya kita mensyukuri atas nikmat dan karunia atas apa yang diberikan oleh Sang Pencipta karena kekayaan yang berlimpah dan dengan mudah kita bisa mendapatkannya. Meskipun kita hidup di “Surganya Dunia”, namun masih banyak orang yang belum bisa mendapatkan air bersih yang layak mereka dapatkan. Kurangnya perhatian dan faktor lingkungan mungkin penyebab salah satunya.

Melalui pemberitaan di televisi atau cerita dari teman bahkan saudara yang tinggal didaerah yang sulit untuk mendapatkan air bersih mungkin kita sering mendengar keluh kesah dan perjuangan mereka dengan susah payah untuk mendapatkan air bersih. Tak jarang dari mereka berjalan kaki melalui jalan setapak dengan medan yang curam dan licin ketika musim penghujan datang, puluhan kilo mereka tempuh untuk mendapatkan air. Meskipun air yang mereka dapat tidak bersih dan tidak layak untuk dikonsumsi bahkan untuk cuci pakaian dan peralatan rumah tangga sekalipun

Mereka mencukupi kebutuhan air nya dengan mengandalkan air sungai yang berwarna coklat, air sungai yang digunakan warga untuk mencuci pakaian, mandi, dan untuk kebutuhan rumah tangga mereka sudah tidak memperdulikan kualitas air tersebut, bagi mereka tidak ada pilihan lain dari pada tidak mendapatkan air sama sekali. Yang lebih memprihatinkan lagi ketika mereka mengkonsumsi air untuk minum dan memasak, mereka terpaksa mengambil air tersebut meski saat dimasak masih tercampur lumpur. Air yang sudah mereka masak kemudian diendapkan beberapa hari untuk bisa diminum dan hasilnya panik yang mereka gunakan ntuk memasak air penuh dengan endapan lumpur.

Ancaman penyakit dari air yang mereka gunakan sudah tidak dihiraukan, bahkan mereka mengatakan bahwa pernah ada penelitian air yang datang ke desa mereka, dan penelitian tersebut menyatakan bahwa tidak ada masalah apa-apa mereka dari air sungai berwarna coklat yang mereka gunakan sehari-hari. Saya sebagai orang yang tidak tahu apa-apa tentang kualitas air bersih jika dipikir dengan logika, air sungai itu digunakan bersamaan untuk keperluan mandi cuci dan sebagainya merasa prihatin jika air sungai itu juga dipergunakan untuk minum, kenapa peneliti itu bisa berbicara tidak ada masalah apa-apa ya? *bingung

Jangankan air sungai, air yang jernih sekalipun jika air itu berbau apalagi berubah warna jika didiamkan beberapa saat, saya enggan memakainya. Untuk standarisasi kelayakan air minum seperti Aqua yang telah punya nama besar saja mereka meneliti air minimal dibutuhkan selama satu tahun untuk meneliti untuk mendapatkan sumber mata air terbaik. Penelitian air jika saya amati rumit juga diperlukannya penanganan khusus dari para ahli fisika, kimia dan biologi untuk meneliti dan membuktikan kualitas dari kadar air yang mengandung zat-zat tertentu. Sebagai orang awam mungkin kita tidak pernah tahu atau tidak mau tahu tentang sumber air, entah itu kadarnya dan pengaruh serius yang terkandung dalam senyawa ini.

Pernah saya membaca di situs internet yang memberitakan bahwa ada warga yang tinggal di dekat danau pada mati mendadak tidak tahu penyebabnya, posisi tubuh mereka ada yang sedang minum tiba-tiba mati dan ketika sedang beraktivitas lainnya. Setelah diteliti ternyata sekitar danau tersebut memang membahayan dan itu terjadi karena kandungan zat yang berbahaya bagi manusia yang terdapat dari air tersebut dan menimbulkan kematian bagi yang menghirup udara disekitarnya. Atau bahkan kita pernah mendengar tentang sumur yang mengandung gas, hal ini juga bisa membahayakan jika kita berada disekitarnya

Itulah alam, kita harus mengenal dan bijak dalam menggunakannya. Banyak orang yang berprasangka tentang perubahan alam yang terjadi karena pergeseran bumi atau perubahan cuaca, sebenarnya yang membuat masalah dengan alam ini kita semua, banyak orang yang tidak bertanggung jawab atas penebangan hutan secara liar, pengeboran sumber alam secara besar-besaran dengan tidak melalui prosedur yang benar dan masih banyak lagi kebodohan-kebodohan yang membuat bumi ini marah dan berubah fungsinya sehingga berdampak pada ekosistem yang ada di bumi. Namun kita seolah-olah tidak peduli akan peringatan alam, yang kita pikirkan hanya sesaat tidak memikirkan jangka panjang untuk ke depannya bagaimana kondisi alam jika kita eksplorasi terus menerus dengan menyeimbangkan perawatannya.

Mereka bukan tidak mau berusaha untuk membuat saluran air bersih, menurut cerita mereka pernah dilingkungan mereka membuat sumur resapan air, namun hasilnya tidak sesuai harapan mereka. Sumur yang mereka buat hanya mampu digunakan oleh warga dalam waktu sepuluh hari, setelah itu sumur kembali kering. Dari sini saya menjadi tahu, ternyata membuat sumur juga tidak segampang yang saya pikirkan. Anggapan saya tentang sumur kita bisa membuat dimana saja apalagi didaerah pegunungan itu mudah, ternyata kebalikannya ternyata sumber mata air hanya ada di beberapa titik tertentu dan hanya ahli nya yang bisa mengetahui.

Saya yakin, mereka bukan tidak bisa membedakan mana air yang layak digunakan atau tidak, tapi mungkin karena keadaan dan segala keterbatasan. Sungguh tidak terbayangkan jika kita hidup dengan serba keterbatasan, sedangkan kita hidup di Negara yang kaya akan sumber alamnya. Dicoba sehari saja hidup dengan keterbatasan air misalnya sewaktu listrik mati, rasa tidak nyaman dan gelisah serta menggerutu menyalahkan ini itu kerap terjadi, kita tidak pernah memikirkan orang yang tidak seberuntung kita dengan difasilitasi berbagai kemudahan.

Begitu besarnya peran air dalam kehidupan di muka bumi ini. Sudah seharusnya kita sadar akan hal ini. Dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai. Hal yang sepele ini akan sangat berdampak pada lingkungan sekitar. Tidak kah kita senang jika melihat sungai kita mengalir dengan jernih tanpa teracuni dan terkontaminasi dari sampah yang kita buang. Ada beberapa cara untuk menyelamatkan sumber air yaitu dengan :
  1. Reboisasi atau penghijauan yang berguna sebagai penyerapan air.

  2. Melindungi sekitar sumber air dari zat-zat kimia yang membahayakan tubuh, hindari membakar karena abu hasil dari pembakaran tersebut selain berbahaya bagi saluran pernafasan jika terhirup oleh kita juga akan berdampak pada kondisi tanah.

  3. Kurangi limbah sampah plastik, karena plastik tidak mudah terurai di tanah dan butuh ratusan tahun untuk bisa terurai.

  4. Penggunaan air secara efisien.

  5. Mengadakan sosialisasi dan pengarahan kepada masyarakat dan sekolah-sekolah tentang pentingnya air sebagai sumber kehidupan.
Dimulai dari sekarang dan dari diri sendiri yuk  jaga air kita untuk sekarang dan di masa yang akan datang.***